"Selamat Datang Di Alumni nebal Blog Bagi temen-temen yg mau artikelnya dimuat or pasang foto, pasang pengumuman, pasang iklan, promosi atau apa aja tentunya yang bermanfaat buat temen-teman alumni. Silahkan kirim saran dan kritiknya juga boleh via email kealamat: ading.suryadi@gmail.com atau alumni.nebal@gmail.com, sekaligus permohonan untuk dapat ditampilkan di blog alumni nebal ini, buat yang mau posting artikel kirim ke alumni.nebal.ading@blogger.com "

Rabu, Desember 24, 2008

KM. 19 Jalan Raya Serang Berlobang

Jalan Rusak mengakibatkan macet berjam-jam ini terjadi tepatnya di Jl. Raya Serang Km. 19 Ds, Bojong dan Ds. Sukanegara Kec Cikupa. Konsisinya sangat parah selain tergenang air juga terdapat beberapa lobang dengan kedalaman antara 20 - 30 cm, hal ini menjadikan bahaya para pengguna kendaraan yang tidak mengetahui adanya lubang akibat tergenang air, bahkan telah terjadi beberapa insident kecelakaan tunggal. Laporan dan bahkan kondisi tersebut sudah dilaporkan kepada pemerintah kab. tangerang dan dinas terkait namun sudah kurang lebih hampir dua bulan dan hingga kini belum dilakukan upaya perbaikan. Masyarakat sangat berharap adanya perhatian secara cepat terhadap kondisi ini karena sangat menghambat aktifitas masyarakat kab. tangerang yang merupakan daerah industri.

Jalan Raya Serang merupakan jalan Arteri atau jalan utama yang melintasi kab. tangerang, jalan rusak juga terdapat dibeberapa tempat lain khusunya diwilayah pemerintah kan. tangerang.
Bapak. Bupati dan juga dinas PU tolong diperhatikan keluhan masyarakat. Terima kasih
Selengkapnya...

Kamis, Desember 18, 2008

32.000 Buruh Terancam PHK

TANGERANG – Sedikitnya 29 perusahaan di Kabupaten Tangerang sedang proses pengajuan pemecatan terhadap para pekerjanya. Dari 29 perusahaan ini, 12 perusahaan di antaranya telah mengajukan pemecatan terhadap 12.000 buruhnya. Dari total 29 perusahaan itu, terdapat sekitar 32.000 buruh.
Ketua Apindo Kabupaten Tangerang Heri Rumawatine mengatakan, pengajuan PHK ini ditujukan kepada Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang. Menurut Heri, hal ini menandakan pihaknya tidak mampu lagi menekan laju PHK yang rencananya dilakukan secara besar-besaran pada Januari 2009 mendatang.
“Besarnya angka PHK tersebut karena sejumlah perusahaan yang umumnya bergerak di bidang sepatu, otomotif, dan garmen telah mengalami kesulitan keuangan, menurunnya permintaan buyer, tingginya bahan baku impor serta minimnya kuota eksport,” jelas Heri.

Apindo, kata Heri, sedang menyiapkan beberapa langkah menanggapi revisi UMK yang dinilainya merupakan kecerobohan.
Langkah-langkah tersebut di antaranya dengan membawa persoalan revisi UMK SK Gubernur ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), mengajukan acara penangguhan pelaksanaan UMK sesuai Kepmenaker Nomor 231 Tahun 2003 dan tentunya melakukan efisiensi pekerja (PHK).
Sementara itu, Pemkab Tangerang mengimbau kepada para pengusaha untuk mencari solusi atau program alternatif guna menekan angka putus hubungan kerja (PHK) massal yang diperkirakan terjadi awal tahun depan. Ini menyusul kenaikan upah minimum kabupaten (UMK) yang berdampak kepada naiknya beban produksi perusahaan.
Bupati Tangerang Ismet Iskandar mengatakan, Pemkab Tangerang akan ikut berupaya mencari solusi dalam upaya menekan beban biaya produksi untuk keberlangsungan industri.

Selengkapnya...

Minggu, Desember 14, 2008

Belajar dari Kantin Kejujuran

“Berbuat Bohong, Jiwa Anda Bolong”

Setidaknya MAN 2 Serang dan SMA Negeri Cipocok Jaya, Kota Serang,
sejak tiga bulan lalu sudah membiasakan setiap siswanya untuk
berbelanja, membayar sampai mengambil uang kembalian sendiri.
Kebiasaan yang terus dibangun pihak sekolah kepada siswanya diharapkan
dapat berbuah perilaku dan tindakan jujur serta tidak mengambil barang
yang bukan haknya.
Ide untuk mengembangkan usaha lewat kantin jujur di MAN 2 Serang mulai
dirintis sejak Oktober lalu. Dilandasi komitmen moral serta
mengaplikasikan teori-teori kejujuran yang diajarkan di ruang kelas
dan kemudian diwujudkan di kantin jujur. Didesain mirip mini market,
siapapun yang berbelanja tidak akan dilayani kasir yang cantik di
pintu keluar.
"Mereka yang belanja di kantin jujur bisa mengambil sendiri makanan
atau jajanan sesuka mereka, membayar sendiri, bahkan mengambil uang
kembalian sendiri dari tempat yang sudah disediakan," ungkap Manager
Kantin Kejujuran MAN 2 Serang, Riyanti kepada Tangerang Tribun usai
pencanangan penggagas kantin kejujuran di MAN 2 Serang oleh Gubernur
Banten, Ratu Atut Chosiyah, Selasa (9/12).

Transaksi jual beli yang dikembangkan di kantin kejujuran lanjut
Riyanti, sangat sederhana. Setiap pagi hari, kantin ini mulai ditata
dan dihitung stok barang yang ada, sepeti minuman, makanan, bahkan
sampai kelengkapan sekolah seperti buku dan alat tulis lainya. Dan
pada sore hari akan dihitung ulang barang dagangan tersebut serta uang
hasil penjualannya.
Salah satu siswa MAN 2 Serang, Anita Oktaviani menuturkan, dirinya
bersama rekan-rekan yang lainnya merasa cukup nyaman belanja di kantin
kejujuran ini. "Selain bisa bebas berbelanja tanpa harus malu dilihat
pelayan, kita juga dituntut untuk jujur kepada diri sendiri, bahkan
terlebih pada Tuhan yang melihat gerak-gerik kita," ungkapnya.
Meskipun di kantin ini tidak ada pelayan atau penjaga, namun semua
orang yang masuk ke kantin ini harus percaya, bahwa Tuhan melihat
kita, dan malaikat akan mencatat setiap perbuatan kita.
"Anda jujur, kami bersyukur, Anda bohong, jiwa Anda bolong" ini
kalimat yang tertera pada salah satu papan di kantin kejujuran ini.
Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah usai peresmian kantin ini
mengungkapkan, kantin kejujuran ini perlu dikembangkan ke semua
lapisan masyarakat. Karena mulai dari diri sendiri untuk jujur,
tentunya tidak akan terjadi tindakan-tindakan yang merugikan orang
lain, bahkan merugikan bangsa maupun negara. Peresmian kantin
kejujuran ini sebagai rangkaian dari kegiatan peringatan Hari Anti
Korupsi.
Kepala Kejaksaan Tinggi Banten, Dondi K Soedirman dalam siaran persnya
usai acara menuturkan, di Banten ini baru terbentuk dua kantin
kejujuran, yakni di MAN 2 Serang yang merupakan sekolah yang bernaung
di bawah Departemen Agama dan di SMAN Cipocok Jaya yang merupakan
sekolah dari Dinas Pendidikan. Menurut Dondi, kantin kejujuran ini
akan terus dikembangkan di berbagai sekolah di Banten.
"Kami sengaja mengembangkan kantin kejujuran ini di sekolah-sekolah.
Karena anak didik akan mudah untuk dibina mentalitasnya menjadi orang
yang jujur," ungkapnya.
Menurut Dondi, apabila manusia sudah memiliki kejujuran, maka dirinya
tidak akan mau melakukan tindakan-tindakan yang merugikan orang lain.
"Seperti melakukan tindakan korupsi dan lainnya," pungkasnya.

(Sumber : Tangerang Tribun)

Selengkapnya...

Senin, Desember 01, 2008

Ribuan Peserta Tes CPNS Gugur

SERANG - Ribuan peserta tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) Pemprov Banten dan kabupaten/kota tidak datang ke lokasi tes, Minggu (30/11), dengan beragam alasan. Mereka dipastikan gugur terlebih dulu sebelum dilakukan penilaian.
Informasi yang dihimpun Radar Banten, jumlah pelamar CPNS Pemprov Banten sebanyak 9.404 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 2.306 peserta tidak mengikuti tes tertulis yang dilaksanakan serentak, kemarin.

Sementara pelamar CPNS Pemkot Serang yang memenuhi persyaratan dan layak mengikuti tes sebanyak 7.760 orang. Namun peserta yang hadir kemarin hanya 6.272 orang. Berarti ada 1.488 peserta CPNS yang tidak mengikuti tes.
Begitupun dengan CPNS Kota Cilegon. Dari peserta 3.546 orang, yang tidak hadir sebanyak 600 peserta yang terdiri dari berbagai formasi. Sedangkan di Pandeglang, berdasarkan data Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Pandeglang, dari 5.202 peserta tes yang dipanggil, 575 di antaranya tidak hadir.
Sementara data peserta CPNS Pemkab Serang yang absen belum diketahui karena Badan Kepegawaian Daerah (BKD) belum merekapitulasi. Namun dipastikan, jumlahnya juga cukup fantastis.
Kasubdin Administrasi dan Formasi BKD Kabupaten Serang Ujang Supriadi membenarkan, belum melakukan rekapitulasi jumlah peserta tes yang absen. “Kami belum menerima laporan dari petugas di lapangan soal peserta tes yang absen,” ungkapnya.
Di tempat terpisah, Kepala BKD Pemprov Banten Acid Syamsuri menjelaskan, ketidakhadiran 2.306 peserta tes CPNS pemprov kemungkinan karena mereka mendaftar di dua tempat berbeda. “Mereka lebih memilih ikut tes di kabupaten/kota ketimbang di pemprov,” terang Acid.
Menyikapi ketidakhadiran peserta ujian, Sekda Banten Muhadi menyatakan bahwa hal itu merupakan hak peserta. Pemprov Banten selaku penyelenggara penerimaan CPNS telah memberikan hak kepada peserta dengan mengirimkan surat balasan kepada masing-masing pelamar. “Kita juga sudah memberikan mereka nomor tes dan menyiapkan tempat tes,” tukas Muhadi di sela-sela memantau pelaksanaan tes di SMK I Pasundan, Kota Serang, dan Yayasan Nurul Huda, Baros, Kabupaten Serang.
Terkait soal dan lembar jawaban komputer (LJK), Muhadi yang saat itu didampingi Asda III Pemprov Banten Apon Suryana dan Kepala BKD Pemprov Banten Acid Syamsuri mengatakan, seusai pelaksanaan tes lembaran jawaban langsung dikirimkan ke Bandung, Jawa Barat. “Untuk pemeriksaan dan penilaian hasil tes kita serahkan sepenuhnya kepada Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung,” ujarnya. Untuk pengumuman hasil tes, lanjut Muhadi, direncanakan dilakukan pada 15 Desember.
Pantauan Radar Banten, pelaksanaan tes CPNS Pemprov Banten di SMK I Pasundan Serang ada 20 ruang kelas yang dipakai untuk pelaksanaan tes, masing-masing ruang terdapat 20 peserta. Di ruang 5 dan 8 ada satu peserta yang tidak hadir, ruang 4 ada 8 peserta absen. Sementara, di Yayasan Nurul Huda Baros, di ruang 2 terdapat 5 peserta yang tidak hadir, di ruang 7 ada 10 peserta yang absen, dan ruang 5 ada 11 peserta yang tidak datang.

CPNS KOTA SERANG
Peserta yang mengikuti ujian CPNS Pemkot Serang memang tidak sebanyak jumlah pelamar. Saat ditemui di sela-sela pemantauan pelaksanaan tes di SMAN 1 Serang, Penjabat Walikota Asmudji HW mengatakan, peserta tes kemarin tidak sesuai dengan jumlah pelamar karena banyak pelamar yang mendaftar di dua tempat berbeda. “Bisa juga karena banyaknya pelamar dari luar Banten sendiri yang tidak datang,” ujarnya.
Saat memantau, Asmudji menyempatkan bertanya kepada salah satu pengawas mengenai pemeriksaan dan penyesuaian foto peserta. Hal itu dilakukan untuk menghindari perjokian. “Dengan melihat peserta yang tak sesuai dengan jumlah pelamar, saya yakin penjokian tak ada lagi,” tegas Asmudji.
Sementara Wakil Kepala SMAN 1 Serang Ade Suparman mengungkapkan, peserta tes di SMAN 1 Serang sebanyak 419 orang. “Namun yang hadir hanya 316. Berarti persentase kehadiran hanya 74,70 persen,” tuturnya.
Pada kesempatan itu Ade juga mengungkapkan, nomor 11 soal PPKn ternyata kosong. “Soalnya tidak ada,” ujar Ade saat menghubungi Radar Banten via telepon genggam. Ia mengatakan, telah melaporkan kepada BKD Kota Serang. “Di soal cadangan juga tak ada. Jadi kita kebingungan,” ungkapnya.
Dihubungi terpisah, Kepala BKD Kota Serang Akhmad Benbela mengungkapkan, ada tambahan peserta CPNS yang tadinya 7.718 orang menjadi 7.760 orang. “Sebanyak 52 peserta yang tadinya tidak memenuhi syarat, namun ternyata mereka bisa memenuhi persyaratan,” ungkapnya. Dari 7.760 peserta, hanya 6.272 orang saja yang mengikuti ujian yakni sekitar 19-20 persen peserta yang absen.
Terkait dengan soal PPKn yang kosong, Benbela mengatakan, belum mendapatkan laporan. Kata dia, bila tidak ada soal, peserta tidak harus menjawab. “Dikosongkan saja kalau memang tak ada soalnya, nanti kita cocokkan dengan jawabannya. Karena sampai sekarang saya belum melihat soal tersebut,” ungkap Benbela.
Pada bagian lain, sejumlah CPNS Kota Serang mengeluhkan waktu tes yang molor. Jadwal waktu yang dijadwalkan pukul 08.30 WIB namun baru dilaksanakan pukul 09.00 WIB. Salah satu peserta CPNS Kota Serang yang mengikuti tes di SDN Bayangkara mengatakan, keterlambatan waktu itu sangat merugikan peserta. “Sebab kami kehilangan waktu untuk mengisi dan tidak ada penambahan waktu,” kata salah satu peserta yang mengambil formasi guru agama untuk SMP ini.
Sementara peserta lain yang mengikuti tes di SMPN 4 di Jalan Juhdi, Kota Serang, mengeluhkan keterlambatan soal ke lokasi tes. Salah satu peserta mengatakan, tes tertulis kedua yang seharusnya dilaksanakan pukul 11.00 WIB ternyata soal baru dibagikan jam 11 lebih. “Ada peserta yang menanyakan keterlambatan ini, namun kata pengawas karena memang soal datangnya terlambat,” kata salah satu peserta usai mengikuti tes.

CPNS KAB SERANG
Ratusan peserta tes CPNS Pemkab Serang juga absen mengikuti tes tertulis kemarin. Pantauan Radar Banten di beberapa lokasi tes seperti ASMI Primagraha dan Untirta, terdapat kursi yang kosong meskipun nomor peserta telah ditempel di atas meja oleh panitia. Di ASMI Primagraha misalnya, dari total peserta 137 orang yang hadir mengikuti tes hanya 93 orang sedangkan 45 orang tidak hadir.
Jumlah peserta yang banyak absen terjadi di Kampus Untirta. Dari tiga gedung yang digunakan untuk tes banyak kursi yang kosong. Thamrin Aof, anggota DPRD Kabupaten Serang, saat melakukan pantauan di kampus Untirta mengatakan, dari hasil catatan dewan di gedung A dan C ada sekitar 219 peserta tes yang absen. “Kemungkinan kalau digabung dengan gedung B jumlahnya lebih banyak,” kata Thamrin.
Sedangkan pelamar CPNS Kota Cilegon sebanyak 3.546 peserta. Dari jumlah itu ada 600 peserta absen. Pantauan Radar Banten di beberapa sekolah, banyak bangku peserta tes yang tak terisi. Seperti terlihat di SMP Madinatul Hadid. Dari 125 peserta yang tercantum mengikuti tes, yang hadir hanya 95 orang.
Menurut Kabid Administrasi Kepegawaian Heri Mardiana, banyaknya peserta tes CPNS yang tak hadir mungkin dikarenakan para pelamar mendaftar tidak hanya di Cilegon. Misalkan, satu orang mendaftar untuk CPNS Provinsi Banten juga untuk formasi yang sama. “Itu mungkin salah satu faktornya, makanya banyak yang tak hadir,” ujarnya.
Namun begitu ada beberapa peserta yang mengikuti tes berasal dari luar Cilegon seperti Tangerang dan Lebak. “Namun persentasenya kecil, dan tidak mencapai ratusan,” ucapnya.

TES DIJAGA KETAT
Pelaksanaan tes di Kabupaten Lebak dijaga ketat aparat kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lebak. Kepala BKD Lebak Syaifullah Saleh mengatakan, penjagaan ketat itu untuk menghindari praktik perjokian.
Penjagaan ketat terlihat sejak lembaran soal dibawa dari BKD ke masing-masing lokasi tes. Selama perjalanan itu mendapatkan pengawalan ketat dari kepolisian dan Satpol PP. Setelah lembaran soal tiba di masing-masing lokasi tes, aparat kepolisian dibantu Satpol PP menutup gerbang lokasi tes. Orang yang tidak berkepentingan dilarang masuk. ”Testing CPNS yang hari ini (kemarin-red) digelar kami perlakukan seperti siswa SLTA melakukan ujian nasional (UN). Agar tidak terjadi hal-hal yang diinginkan, pendistribusian lembaran soal yang masih disegel di dalam dus dikawal ketat oleh aparat kepolisian dan Satpol PP,” ujar Syaifullah Saleh.
Kata dia, dalam pendistribusian lembaran soal terdapat beberapa hal kecil yang akhirnya dapat diselesaikan. Salah satunya ada kekurangan lembaran soal. Mengatasi ini, panitia menambah lembaran soal cadangan yang dipersiapkan di kantor BKD. “Bahkan ditemukan satu peserta memiliki nomor peserta yang sama, namun kekeliruan itu dapat kami selesaikan dengan baik. Sehingga akhirnya semua peserta dapat menjalani tes tanpa ada gangguan,” jelasnya.
Sementara peserta yang tidak mengikuti tes juga terbilang banyak. Di hampir lokasi tes, ditemukan meja peserta yang kosong. Bahkan ada kelas yang hampir separo pesertanya tidak datang. Namun tidak diketahui persis jumlah peserta CPNS yang dipastikan gugur ini


Sumber : http://www.radarbanten.com/
Selengkapnya...