“Berbuat Bohong, Jiwa Anda Bolong”
Setidaknya MAN 2 Serang dan SMA Negeri Cipocok Jaya, Kota Serang,
sejak tiga bulan lalu sudah membiasakan setiap siswanya untuk
berbelanja, membayar sampai mengambil uang kembalian sendiri.
Kebiasaan yang terus dibangun pihak sekolah kepada siswanya diharapkan
dapat berbuah perilaku dan tindakan jujur serta tidak mengambil barang
yang bukan haknya.
Ide untuk mengembangkan usaha lewat kantin jujur di MAN 2 Serang mulai
dirintis sejak Oktober lalu. Dilandasi komitmen moral serta
mengaplikasikan teori-teori kejujuran yang diajarkan di ruang kelas
dan kemudian diwujudkan di kantin jujur. Didesain mirip mini market,
siapapun yang berbelanja tidak akan dilayani kasir yang cantik di
pintu keluar.
"Mereka yang belanja di kantin jujur bisa mengambil sendiri makanan
atau jajanan sesuka mereka, membayar sendiri, bahkan mengambil uang
kembalian sendiri dari tempat yang sudah disediakan," ungkap Manager
Kantin Kejujuran MAN 2 Serang, Riyanti kepada Tangerang Tribun usai
pencanangan penggagas kantin kejujuran di MAN 2 Serang oleh Gubernur
Banten, Ratu Atut Chosiyah, Selasa (9/12).
Transaksi jual beli yang dikembangkan di kantin kejujuran lanjut
Riyanti, sangat sederhana. Setiap pagi hari, kantin ini mulai ditata
dan dihitung stok barang yang ada, sepeti minuman, makanan, bahkan
sampai kelengkapan sekolah seperti buku dan alat tulis lainya. Dan
pada sore hari akan dihitung ulang barang dagangan tersebut serta uang
hasil penjualannya.
Salah satu siswa MAN 2 Serang, Anita Oktaviani menuturkan, dirinya
bersama rekan-rekan yang lainnya merasa cukup nyaman belanja di kantin
kejujuran ini. "Selain bisa bebas berbelanja tanpa harus malu dilihat
pelayan, kita juga dituntut untuk jujur kepada diri sendiri, bahkan
terlebih pada Tuhan yang melihat gerak-gerik kita," ungkapnya.
Meskipun di kantin ini tidak ada pelayan atau penjaga, namun semua
orang yang masuk ke kantin ini harus percaya, bahwa Tuhan melihat
kita, dan malaikat akan mencatat setiap perbuatan kita.
"Anda jujur, kami bersyukur, Anda bohong, jiwa Anda bolong" ini
kalimat yang tertera pada salah satu papan di kantin kejujuran ini.
Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah usai peresmian kantin ini
mengungkapkan, kantin kejujuran ini perlu dikembangkan ke semua
lapisan masyarakat. Karena mulai dari diri sendiri untuk jujur,
tentunya tidak akan terjadi tindakan-tindakan yang merugikan orang
lain, bahkan merugikan bangsa maupun negara. Peresmian kantin
kejujuran ini sebagai rangkaian dari kegiatan peringatan Hari Anti
Korupsi.
Kepala Kejaksaan Tinggi Banten, Dondi K Soedirman dalam siaran persnya
usai acara menuturkan, di Banten ini baru terbentuk dua kantin
kejujuran, yakni di MAN 2 Serang yang merupakan sekolah yang bernaung
di bawah Departemen Agama dan di SMAN Cipocok Jaya yang merupakan
sekolah dari Dinas Pendidikan. Menurut Dondi, kantin kejujuran ini
akan terus dikembangkan di berbagai sekolah di Banten.
"Kami sengaja mengembangkan kantin kejujuran ini di sekolah-sekolah.
Karena anak didik akan mudah untuk dibina mentalitasnya menjadi orang
yang jujur," ungkapnya.
Menurut Dondi, apabila manusia sudah memiliki kejujuran, maka dirinya
tidak akan mau melakukan tindakan-tindakan yang merugikan orang lain.
"Seperti melakukan tindakan korupsi dan lainnya," pungkasnya.
(Sumber : Tangerang Tribun)
Minggu, Desember 14, 2008
Belajar dari Kantin Kejujuran
Label:
Info
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar