"Selamat Datang Di Alumni nebal Blog Bagi temen-temen yg mau artikelnya dimuat or pasang foto, pasang pengumuman, pasang iklan, promosi atau apa aja tentunya yang bermanfaat buat temen-teman alumni. Silahkan kirim saran dan kritiknya juga boleh via email kealamat: ading.suryadi@gmail.com atau alumni.nebal@gmail.com, sekaligus permohonan untuk dapat ditampilkan di blog alumni nebal ini, buat yang mau posting artikel kirim ke alumni.nebal.ading@blogger.com "

Kamis, Juli 17, 2008

Transkrip Rekaman Al Amin Azirwan (2)

Transkrip rekaman telpon azirwan al amin (2)Uang, Perempuan, dan DPR
Wajah DPR kembali ditampar. Rekaman pembicaraan telepon antara Sekretaris Daerah Bintan Azirwan dan anggota Komisi IV DPR Al Amin Nur Nasution yang diputar di Pengadilan Tipikor Senin (7/7) kembali menyuguhkan “lakon” yang mencoreng wibawa institusi wakil rakyat yang terhormat. Percakapan bukan lagi sekadar uang miliaran rupiah tapi juga bonus perempuan kepada anggota dewan guna memuluskan pengalihan fungsi hutan alam di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau.

Di persidangan terungkap saat 25 anggota DPR akan berkunjung ke Bintan untuk meninjau pengalihan hutan, Azirwan selaku tuan rumah mempersiapkan segala sesuatunya. Mulai dari hotel, uang, dan juga perempuan.
Berikut transkrip rekaman pembicaraan Azirwan dan Al Amin.
Al Amin: Assalamu alaikum Pak, besok kan kita mau ke Bintan. Minta peta dan kamar hotel, sudah belum?
Azirwan: Sudah, sudah disiapkan.
Al Amin: Di mana nanti menginap bang?
Azirwan: Di Bintan, terserah mau di mana?
Amin: Enggak yang di Tanjung Pinangnya?
Azirwan: Kalau tempat itu kan jauh, dua jam atau apa kita langsung ke situ? Satu malam di situ, lalu kita langsung ke Batam. Hotel dan perempuan di Bintan, khususnya di hotel terkenal, yaitu Hotel Bintang Permata di Tanjung Pinang tidak se-fresh di Jakarta.
Amin: Saya membawa 25 orang DPR, termasuk staf.
Azirwan: Sudah disiapkan.
Amin: Abang mau kasih berapa satu orang (DPR).
Azirwan: Sudah ada, saya siapkan dalam dolar.
Amin: Jangan bang, dalam bentuk rupiah saja. Nanti enggak enak sama yang lain.
Saat dikonfirmasi hakim, Azirwan mengakui bahwa rekaman tersebut adalah suara dirinya dengan Al Amin. “Itu potongan-potongan pembicaraan dari pembicaraan-pembicaraan sebelumnya,” katanya. Dia
mengaku, seakan-akan menyiapkan sejumlah uang untuk Al Amin, hal ini dilakukan supaya mereka (anggota DPR) tidak menghambat proses pengalihan fungsi hutan di Bintan yang sudah disetujui Pemerintah.
Sumber: Suara Pembaruan

Selengkapnya...

Rekaman Pembicaraan Al Amin dan Azirwan

Blogger Indonesia NewsTAK hanya uang saja yang diberikan oleh Sekda Bintan Azirwan kepada anggota Komisi IV Al Amien Nur Nasution untuk memuluskan izin rekomendasi alih fungsi hutan di Bintan. Azirwan juga menyediakan perempuan bagi Al Amin Hal itu terungkap saat Majelis Hakim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membacakan transkrip rekaman suami pedangdut Kristina itu dengan Azirwan dalam sidang kasus suap yang dilakukan oleh Azirwan kepada Al Amin, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Senin ini (7/7).

Dalam transkrip yang dibacakan jaksa KPK Suwarji itu diketahui bahwa Azirwan menawarkan akan mencarikan “bonus” perempuan bagi Al Amin dalam pertemuan di Mistere Pub Hotel Ritz Carlton, sesaat sebelum ditangkap KPK pada 8 april 2008.
Berikut rekaman pembicaraan Azirwan (bupati Bintan) dan Al Amin (anggota DPR) melalui telepon beberapa jam sebelum bertemu di Hotel Ritz Carlton, 8 April 2008. :
Al Amin Nasution (AAN): Di mana, bos?
Azirwan (A): Di Ritz Carlton.
AAN: Namanya?
A: Mistere, tempatnya turun lift satu.
AAN: Jam berapa?
A: Jam 10-lah (22.00 WIB). Bos mau dicariin satu gitu? Tapi aku tak janji. Kalau diupayakan nanti, selera bos payah pula.
AAN: Ya, carikanlah.
Mendengar pernyataan jaksa Suwarji mengulang percakapan tersebut, Azirwan langsung menginterupsi. “Mohon izin Majelis, saya rasa hal ini tak relevan,” ujar Azirwan.
Jaksa pun tak kalah akal. Sebelum persidangan diakhiri, jaksa KPK memutar rekaman percakapan Al Amien dengan Azirwan. Berikut lanjutannya.
AAN: Ya, carikanlah.
A : Yang kira-kira udah lama aku kenal, bos ini paham kan kira-kira?
AAN: Yang kayak tadi malam kan bagus juga yang baju putih itu.
A: Tak bagus.
AAN: Udah dipakai ya?
A : (Tak jelas terpotong interupsi)
Nanti aku carikan yang bagus.
Sumber: Tribun Kaltim
Berikut rekaman percakapan Ansar saat menghubungi Azirwan, Selasa (8/4) siang:
Ansar Ahmad (AA): Halo?
Azirwan (A): Ya, Bang.
AA: Bagaimana kemarin hasil dengan dewan, hari Senin? (Senin 7 April 2008, setelah DPR menyetujui alih fungsi hutan lindung-red)
A: Sudah bos. Cuma mesti dilanjutkan Jumat, tidak jadi masalah.
AA: Saya sudah minta tolong Pak Firman, sama Pak Wini, tolong dulu itu yang penting, supaya orang-orang itu bisa kita pegang semua. Tolong itu penting dulu, yang lain-lain belakanganlah. Itu satu, jangan dicicil-cicil. Yang kedua, yang Espasindo bagaimana? (Diduga Espasindo calon rekanan yang akan mengerjakan proyek-red).
A: Itu ada hasil rapat, sudah saya sampaikan. Pak Bupati mau ngomong dengan Pak Suganda sebentar?
AA: Ya, mana dia?
(Azirwan sepertinya mengangsurkan handphone-nya ke Suganda yang bersamanya. Suganda kemudian mengambil dan bilang halo pada bupati)
Suganda (S): Halo?
AA: Ya, Pak Ganda. Apa kabar?
S: Selamat sore, Pak Bupati.
AA: Sore, kabar baik. Lagi di Jakarta?
S: Iya, sama Pak Sekda. Bapak nggak ke Jakarta?
AA: Saya lagi Lemhannas di Jakarta, sebulan.
S: Oo… di Jakarta. Besok bisa ketemulah.
AA: Ya, ya. Nanti sama sekda nggak apa-apa. Nanti kalau ada masalah-masalah yang prinsipil baru saya turun tangan bantu.
S: Terima kasih ya Pak.
Rekaman berhenti. Ketua majelis hakim Mansyurdin Chaniago mengambil alih sidang dan bertanya kepada Azirwan. Apakah pembicaraan itu benar dengan Bupati Bintan?
“Itu pembicaraan saya dengan Pak Bupati. Terus waktu itu saya bersama Pak Suganda,” kata Azirwan.
“Suganda itu siapa?” tanya Mansyur lagi.
“Suganda itu calon investor, bukan investor,” tandas Azirwan.

Selengkapnya...

Minggu, Juli 13, 2008

Cerita Untuk Generasi Waktu

Aku ingin bercerita padamu seperti layaknya orang tua. Zaman kita berbeda tetapi perbedaan itu hanyalah karena aku terlahir terlebih dulu sedangkan engkau kemudian. Karena kamu telah datang ke mesin ketik ini maka dengarkanlah, mungkin nanti pada waktu-waktu tertentu di zamanmu, ini mungkim hmm.. bermanfaat untukmu. Ku ingat baru saja kemarin kau kucium dan ku peluk dan kuberikan kata yang paling mujarab yaitu aku mencintaimu apa adanya dan sekarang usiamu sudah setingkat anak-anak sekolah tingkat pertama. Sekarangpun tetap ayah pun akan bilang bahwa aku mencintaimu.

Kau hanya mengangguk perlahan, itu kuanggap sebagai balasan bahwa kau mencintaiku pula apa adanya. Apa yang kukatakan jangan kau telan bulat-bulat carilah dan galilah terus hingga kau dewasa nanti karena ayah mu ini hanya melihat dari alam ini dan menghubungkannya dengan pengalaman zaman ku waktu itu. Dan karena orang tua-orang tua kita atau nenek moyang kita penganut animisme dan dinamisme, yang sangat terbelakang. Sehingga wajar jika budaya sangat mengakar dalam jiwa bangsa ini, itu harus kau pelajari agar kita dapat mengetahui bagaimana seharusnya kita bergaul dengan mereka dengan adat istiadatnya yang beragam..

Nak jika kau ingin melihat kekuatan umat islam maka lihatlah ketika mereka shalat berjamaah. Kau bertanya sambil mengerutkan dahi “kenapa ayah ?” seolah-olah mengisyaratkan tak percaya dengan negaramu yang berpenduduk mayoritas muslim. Begini masjid-masjid yang besar dan megah itu ketika mereka shalat apakah shaf-shafnya rapat ? dalam shaf yang rapat itu menandakan ada cinta diantara umat itu. Kaki diantara kaki mereka saling bertemu mata kakinya satu sama lain. Pundak-pundaknya di rapatkan seolah-olah tak boleh seekor semutpun lewat di antara selanya. Itu tidak akan terwujud jika di hati mereka tak ada cinta, tak ada kepedulian satu sama lain, tak ada perasaan bahwa disamping kanan dan kirinya adalah saudaranya, tak adanya perasaan dihati mereka kepercayaan dan membuktikan semakin lemahnya pengetahuan yang di mulai hal yang paling dasar yaitu berjamaah atau bermasyarakat.

Apa yang kau ketahui tentang cinta ? tak usah kau jawab aku pun tak bisa mendefinisikan kata itu. Tapi banyak ku lihat saat ini cinta itu hanya ada diantara manusia yaitu laki-laki dan perempuan lalu mereka berdua bersama kemana-mana selalu bersama. Menurutku itu hanya sejengkal saja dari hal yang namanya cinta.

Jika kau pahami cintanya Tuhan terhadap para hambanya dengan bukti hamparan kekayaan alam ini yang harus dikelola dengan ilmu pengetahuan yang luasnya seperti samudra. Cinta para Nabi-nabi terhadap umatnya dengan bukti mereka menasehatinya selama 24 jam yang tak pernah lepas mengajak dari risalah yang telah di turunkan dari Tuhannya. Cintanya ibumu terhadapmu seperti mentari yang tersenyum bersinar meberikan semuanya yang ia bisa usahakan demi kenyamananmu. Cintanya diriku kepadamu tak perlu ku ceritakan cukup kau rasakan saja. Dari kekerasan selama ini aku hanya minta maaf darimu. Kami ikut sakit ketika kau sakit di malam yang buta kau menangis kami rasakan seolah-olah pagi itu tidak akan pernah datang.

Jangan kau kecilkan makna mengenai hal itu, karena kau pun akan mewarisi dengan alamiah hal itu.

Cintamu terhadap Rasulmu jangan melebihi cinta terhadap Tuhanmu, cintamu terhadap diriku dan ibumu jangan melebihi cintamu terhadap Rasulmu. Cintamu terhadap istri dan anak-anakmu jangan melebihi cintamu terhadap kedua orang tuamu, cintamu terhadap saudara-saudara kandungmu, handai tolan kerabat dekat, binatang dan alam ini harus bisa kau sesuaikan karena hidup ini anakku, menjadi indah karena dipenuhi dengan cinta yang bertujuan hanya pada satu tujuan, niatan dan keikhlasan yaitu semua akan berpulang pada Pemilik Langit dan Bumi yang Maha Gagah Perkasa Tuhanku dan Tuhanmu, Tuhannya semua Alam.

Pengertian itu mahal. Kau terdiam seakan-akan bertanya-tanya mengenai sesuatu, ku jelaskan padamu. Jika seseorang ingin mengerti bagaimana seorang hidup, berjuang untuk hidupya dan peroses yang dijalankannya untuk hidup dan sukses di dunia ini dan juga menginginkan akheratnya. Maka resiko yang dipilihnya akan membuatnya bijak, mengerti akan orang-orang yang perutnya dalam lapar. Dia akan mengerti bagaimana mengatasi bawahannya karena ia pernah merasakan menjadi bawahan. Keberadaannya diatas dapat melihat sisi lain diantara orang-orang yang berada pada posisi dibawahnya, karena apa karena ia mengerti dan mau mengerti, faham dan mau belajar tentang kondisi sosial alam disekitarnya. Maka ketika dimanapun posisinya ia berada, ia selalu dicintai dan dirindukan anakku. Tapi sedikit sekali orang yang mau mengerti maka harga yang mahal untuk sebuah kata pengertian.

Dunia ini cukup luas untuk banyak orang, akan tetapi selalu sempit untuk orang yang selalu mengikuti hawa nafsuny. Kau akan mengerti dengan berjalannya waktu bahwa dunia ini sangat luas akan tetapi jika kau mengikuti terus hawa nafsu jiwamu yang tidak seimbang. Tak pernah ada rasa menerima dan berterima kasih dunia ini akan terasa sesak. Meski harta bukanlah suatu masalah besar nantinya bagimu, tapi kekayaan sejati berada dihatimu. Bukan uang itu racun ia adalah kendaraan kita, tapi biarkan dia berada ditnganmu jangan ditaruh dihatimu. Ketika terbang biarkan ia terbang berama angin berlalu pergi karena di dunia ini tak ada yang pasti, yang pasti dan sangat pasti hanyalah Dia pemilik segala apa-apa yang di langit dan bumi.

Harta dan kesuksesan yang diperoleh cukup ia berada di tangan dinginmu. dengan itu janganlah kau gunakan jubah kesombongan karena jubah itu tak layak bagi kita bagimu dan bagiku. Ketika kami nanti tiada pun jangan kau jadikan hatra peninggalan ayahmu ini neraka bagiku dan bagi ibumu kelak. Kau akan dicintai seperti garam di laut yang di seluruh penjuru dunia ini orang membutuhkannya meskipun ada yang membencinya tak ada manusia yang sempurna anaku. Kau bisa mencadi air yang bening siapu pun senang meregukmu, melepaskan dahaga yang haus dengan ilmumu atau dengan apa saja yang kau miliki. Banyak orang menyukai jika melihatmu karena bening, mengalir indak jika ia menjadi sungai yang teruk bergerak dan bergerak sampai menuju pusat samudra.

Maafkan aku jika kau merasa bahwa aku menggurui mu, tapi aku mencintaimu kata-kata ini timbul karena itu maka sungguh hebat jika kata itu berada di hati orang-orang yang tepat. Menyalurkannya dengan tepat lagi akurat. Keep smile for you dan lihatlah dunia luar ini dengan kesenyumanmu yang khas gayamu. Dirimu adalah dirimu , kau bukan aku dan kau bukan kakekmu jati dirimu adalah kamu bukan siapa-siapa. Kelak kau akan berdiri dan berjalan sendiri tentukan jalan yang benar bagimu dan aku yakin kau dapat berjalan seperti ketika kau bebas untuk memulai belajar berdiri dari merangkak.

Tidurlah dan nikmati malammu, nikmati hari-harimu rasakan betapa nikmatny memiliki organ tubuh yang lengkap. Maka ketika sudah waktunya kau berlari berlarilah sekencangnya jangan terlalu sering menengok ke belakang.

Selengkapnya...